Di mana

12:41 AM أمانينا 0 Comments


Bila dia menjadi kecintaan kita yang terutama, siang malam kita memikirkannya. Mimpi kita penuh dengan gambarannya, jaga kita dikejut olehnya, makan kita terkenang padanya, telefon kita menunggu-nunggu panggilannya, akal kita penuh dan tersibuk dengannya, bila kita cinta dia.

Kata ukhti, biar dakwah menjadi kecintaan kita.

Tidur kita bermimpikan dakwah, jaga kita bergegas menyahut seruan dakwah, makan kita tidak bermewah, telefon kita penuh dengan jemputan seruan kerja dakwah, akal kita syaghal dengan dakwah, bila kita cinta dakwah.

Tertampar aku di situ, bila tersedar, kecintaan ku pada saat ini, sangat berkitar mengeliling kekasih baru yang Allah pasangkan denganku. Siang malamku memikirkan dia. Itulah nikmat yang harus disyukuri. Namun aku bertanya kepada diriku, di mana kedudukan cintaku pada dakwah? Sehangat cintaku pada suamiku, atau bagaimana?

Di mana dakwah?
Di mana dakwah?
Di mana dakwah?

.


0 comments: