25 January 2011

AQ


Barangsiapa ingin mendidik dirinya, maka seyogianya ia mengakrabkan dirinya dengan Kitab Allah melalui tilawah, tadabbur, pemahaman, dan hafalan, sambil mejauhi manhaj orang-orang yang menyimpang dan ahli maksiat yang menjauhi kalam Allah. Barangsiapa yang hidup di bawah naungan al-Qur'an, maka ia seperti al-Qur'an berjalan di atas bumi. Di dalam al-Qur'an terdapat manhaj kehidupan bagi setiap kehidupan bagi setiap individu di setiap zaman dan tempat.


Kebingungan dan kesesatan yang dialami banyak individu Muslim tidak lain kerana meraka menjauhi sumber yang autentik ini. Kerana itu, tidak aneh bila Anda melihat sebagian orang mengaku Muslim tetapi ia tidak pernah membaca satu juz al-Qur'an, atau satu suratnya selama sebulan atau dua bulan atau 3 bulan, serta tidak mentadabburi maknanya dan tidak mengamalkan tuntutannya. Dan tidak aneh jika orang-orang seperti inilah yang menjadi beban di pundak umat. Sementara itu, kita menemukan ahli al-Qur'an yang mengamalkannya berada dalam kondisi yang sebaliknya. Mereka itu adalah Ahlullah dan hamba khusus-Nya. Dengan mereka inilah peradaban umat diukur. Kerana itu Allah s.w.t dan Rasul-Nya s.a.w memotivasi setiap individu untuk mengikut jejak langkah mereka(para rasul). Allah Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan akan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri."
(Fathir,35: 29-30)


buku TZ

No comments: